Zulkarnain’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Apa Rahasia Kebahagiaan yang Sebenarnya?

Apa Rahasia Kebahagiaan yang Sebenarnya?

01_bahagia

Menjelang akhir tahun 2003 yang lalu suatu konperensi internasional yang membahas rahasia kebahagiaan berlangsung di London. Banyak ahli berkumpul dengan tujuan untuk menterjemahkan apa yang kita ketahui tentang kebahagiaan manusia ke dalam tindakan yang nyata.

Dr. Nick Baylis, salah satu pakar dari yang disebut psikologi positif, mengemukakan bahwa barangkali kita, umat manusia, tidak tahu betul apa yang terbaik buat kita sendiri. Seringkali kita menghabiskan energi untuk mengejar sesuatu yang kita kira akan membawa kebahagiaan tetapi sebenarnya tidak. Sementara itu Profesor Martin Seligman dari sebuah perguruan tinggi Amerika pernah melakukan suatu pengkajian tentang kebahagiaan.

Dia membedakan beberapa jenis kebahagiaan. Adakebahagiaan yang diperoleh dari kegiatan yang menyenangkan dan kebahagiaan yang diperoleh dari faktor yang lebih abstrak”Saya menemukan sesuatu yang mengejutkan; bahwa pengejaran terhadap kesenangan tampaknya tidak banyak menyumbang bagi kepuasan hidup,” kata Profesor Seligman.

“Namun keterlibatan dalam kegiatan hidup dan menemukan arti dalam hidup sangat banyak menyumbang bagi tercapainya kepuasan,” tambah Profesor Seligman.Dengan kata lain, kesenangan jangka pendek tidak akan membawa kebahagiaan jangka panjang.

Faktor Penyebab Kebahagiaan

Lalu bagaimana dengan uang? Ada orang yang berpikir bahwa uang akan bisa memberi kebahagiaan. Tetapi orang lain juga bicara tentang jahatnya uang. Dr. Nick Baylis dari Universitas Cambridge telah menganalisa dampak pertumbuhan ekonomi di dunia dan menurut dia, menjadi kaya tidaklah membawa kebahagiaan.

Sementara banyak hal telah berkembang makin baik, seperti misalnya pelayanan kesehatan, perumahan, akses pendidikan dan lain-lain, ada satu hal yang belum membaik yaitu rasa kebahagiaan,” ujarnya.Dia menambahkan bahwa banyak bukti menunjukkan ketika kita sudah berada di atas garis kemiskinan atau persisnya begitu orang dapat memenuhi keperluan yang paling sederhana dalam hidup mereka, maka pendapatan ekstra bukanlah cara terbaik untuk meningkatkan kebahagiaan mereka. Jadi, apakah keperluan yang paling sederhana itu dan di mana kita menemukannya?

Dua unsur bahagia

Para psikolog dan pakar ilmu sosial berbicara tentang dua hal yang harus kita upayakan untuk membuat kita merasa lebih bahagia.

Pertama, kita harus terlibat dalam kegiatan teratur yang memuaskan, misalnya pekerjaan atau hobby tertentu.

Kedua, kita memerlukan rasa memiliki dan dimiliki – diantara kawan atau di tengah masyarakat.

Profesor Seligman telah melakukan suatu uji kebribadian yang rumit yang dirancang untuk menemukan jenis-jenis karakter orang tertentu, dengan demikian akan diketahui bagaimana mereka dapat memperbaiki tingkat kebahagiaan. Tetapi selain itu, Profesor Seligman juga memberikan suatu saran yang sederhana; dekatlah dengan Tuhan. “Yang kami temukan secara empiris adalah orang-orang yang religius lebih optimistis dan tidak terlalu tertekan dibanding mereka yang tidak religius,” katanya.Gagasan untuk menyisihkan anggaran guna mendorong pertumbuhan spiritual kedengarannya tidak ilmiah.

Tetapi sekarang ini berbagai lembaga pemerintahan dunia, dari Washington sampai Tokyo, mulai menganggap upaya untuk mendorong keceriaan nasional adalah hal yang serius. Di antara mereka ada yang mengadakan survey perbandingan antar negara – untuk mengetahui bangsa mana yang lebih ceria.

Negara bahagia

Konon, rakyat di negara-negara bekas blok komunis perlu dibuat agar lebih banyak tertawa agar mereka merasa lebih bahagia. Sementara rakyat beberapa negara kawasan Asia Selatan termasuk orang yang paling bahagia di dunia.Studi yang lain menunjukkan warga yang paling bahagia tinggal di Eropa.

Profesor Andrew Oswald dari Warwick University mengatakan warga negara-negara seperti Irlandia, Denmark, Swiss dan negeri Belanda tampaknya cukup bahagia. Banyak dari mereka mengatakan bahwa mereka merasa bahagia karena mereka hidup damai, bisa pergi kemana-mana dan melakukan apa saja yang mereka inginkan; sementara tingkat kesejahteraan ekonomi mereka juga lumayan. Survey nasional seperti itu tentu sangat digeneralisasikan. Di negara-negara yang dikatakan penduduknya paling bahagiapun juga terdapat tindak kejahatan, pengangguran dan bunuh diri seperti di tempat lain.

Untuk apa kesedihan?

Sebenarnya, salah satu pertanyaannya barangkali adalah apa salahnya dengan kesedihan atau kemuraman? Apakah tidak ada tempat bagi kesedihan dalam hidup kita? Para psikolog telah lama mengakui bahwa merasa sedih atau depresi bisa menjadi dorongan terbaik menuju dinamisme dan kreativitas. Dr. Nick Baylis dari Universitas Cambridge menyetujui hal itu.”Bahkan kepedihan hati akibat cinta yang tak terbalas atau dukacita akibat kehilangan orang yang kita cintai dapat menjadi pendorong inovasi dan pencetus insiprasi. Saya kira kesedihan dan kebahagiaan sama-sama memiliki tempat dalam hidup manusia,” kata Dr. Baylis.Jadi, pernahkah kesedihan Anda berubah menjadi motivasi yang mengilhami datangnya kebahagiaan Anda? Apa yang membuat Anda bahagia? (bbc/irene)

Sumber:

Kapanlagi.com

Mei 16, 2009 Posted by | MOTIVASI | Tinggalkan sebuah Komentar

Ilmu Rahasia Paling Tersembunyi Cara

Halal Meraih Kekayaan Dunia Akhirat

Telah Diungkap..!! KALIMAH RAHASIA.

Kalimat Sakti Memanggil Rezeki

Denganu

Langkah Sederhana, Mudah & Cepat

Mendatangkan Uang Melimpah

Seumur Hidup! INGIN

KAYAMENDADAK? Hanya

Disini,kek ayaanTermewah Menanti

Anda! HATI-HATI ! : Informasi berikut

bisa berakibat fatal MERUBAH HIDUP

Anda selamanya. Anda akan

mengalami keberuntungan terus-

menerus, kesuksesan yang meledak-

ledak dan kekayaan yang berlebihan!

Jika Anda Hanya Bisa Membaca Dan

Mengucap Satu Kalimat Saja. Anda

Sudah Sangat Memiliki Syarat Yang

Cukup Untuk Mendapatkan Uang

Melimpah Seumur Hidup…

Hanya Jika Anda Tahu Ilmunya!Ayo

buruan tunggu apalagi jangan vonis

ini

penipuan atau perdukunan segeralah

bertindak buka

www.kalimahrahasia 019. wordpres

s.com

November 14, 2011 Posted by | MOTIVASI | Tinggalkan sebuah Komentar

Inilah yang anda cari

Anda ingin bahagia?

Rahasia Top 10 Besar Google

Juni 24, 2009 Posted by | MOTIVASI | | Komentar Dimatikan

Belajar Tawakkal dari Pertanian

Terkadang kita merasakan bahwasanya tanaman yang kita tanam itu adalah benar-benar murni usaha kita. Tetapi sesungguhnya tanaman itu bisa dipanen tersebut adalah karena ada yang menumbuhkan dan merawatnya. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Apakah kalian tidak memperhatikan apa yang kalian tanam?; Kamukah yang menumbuhkannya ataukah kami yang menumbuhkannya?; Kalau Kami kehendaki, benar-benar kami jadikan dia kering dan hancur, maka jadilah kamu heran tercengang; (sambil berkata), ‘Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian; bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapatkan apa-apa.” (QS. Al-Waqi’ah : 63 – 67).

Berkata Ibnu Katsir rohimahulloh dalam tafsirnya: “Firman Alloh ‘Apakah kalian tidak memperhatikan apa yang kalian tanam?’ maksudnya yaitu yang kalian sirami tanahnya, kalian bajak/garap tanahnya dan kalian (taburkan) benih di tanahnya, ‘Apakah kalian yang menumbuhkannya?’ maksudnya apakah kalian yang menumbuhkannya dari dalam tanah, ‘Ataukah Kami yang menumbuhkannya?’ maksudnya, akan tetapi Kamilah yang menempatkannya (mengokohkannya) dan menumbuhkannya dari dalam tanah. Dan firmanNya, ‘Kalau Kami kehendaki, benar-benar kami jadikan dia kering dan hancur’ maksudnya Kamilah yang menumbuhkannya dengan kebaikan dan rahmat Kami, dan Kami menyisakan untuk kalian sebagai rahmat kepada kalian tetapi, ‘Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan rusak’ maksudnya Kami rusak sebelum penguasaannya dan pemanenannya, ‘Maka jadilah kamu heran tercengang’ kemudian ditafsirkan dengan firman-Nya ‘Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat apa-apa.’ Lihat kitab Tafsirul Quranil Azhim, jilid 7, hal.235-356.

Sedangkan Syaikh ‘Abdur Rahman As-Sa’dy rohimahulloh menjelaskan: “Ini adalah penyebutan karunia dari Alloh kepada para hamba-hambanya, menyeru untuk mentauhidkannya dan beribadah hanya kepadanya, dimana Alloh telah memberikan nikmatnya berupa memudahkan lahan pertanian untuk menumbuhkan tanaman dan pepohonan yang menghasilkan bahan makanan dan buah-buahan yang merupakan kebutuhan mereka, dan mereka tidak mampu menghitungnya. Sebagai keutamaan dari mensyukurinya dan menunaikan haknya. Kemudian Alloh berfirman, “Kamukah yang menumbuhkannya ataukah kami yang menumbuhkannya?” maksudnya kamukah yang mengeluarkan tanaman dari dalam tanah?, kamukah yang menumbuhkan dan mengembangkannya?, kamukah yang mengeluarkan tangkai dan buahnya sehingga menjadi biji-bijian yang siap dipanen dan buah-buahan yang masak?. Ataukah Alloh yang berkesendirian dalam melakukan hal tersebut, dan mengaruniakannya untukmu? Padahal kamu telah bersusah payah menggarap ladangmu, memberikan pengairan dan menaburkan benih. Tetapi setelah itu kamu tidak mempunyai pengetahuan atas apa yang terjadi selanjutnya, tidak juga kamu mampu atas kebanyakan peristiwa yang terjadi pada tanamanmu. Bersamaan dengan hal itu, Alloh mengingatkan bahwa ladangmu akan terkena kerusakan sekiranya Alloh tidak menjaganya dan mepertahankan keberadaannya sehingga akhirnya bisa kamu panen. Dan frman-Nya, “kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan” maksudnya tanaman dan apa-apa yang dihasilkannya baik berupa buah-buahan, “kering dan hancur” maksudnya hancur lebur tidak bisa dimanfaatkan dan tidak bernilai, “maka jadilah kamu heran” maksudnya setelah Alloh menjadikan tanamanmu kering dan hancur, padahal kamu telah bersusah payah dan mengeluarkan banyak modal, sehingga menjadikanmu “tercengang” maksudnya kamu menyesal dan merugi atas kejadian itu serta lenyaplah suka cita dan kegembiraanmu seraya berkata, “sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian” maksudnya sungguh kami telah mengalami kerugian dan tertimpa musibah yang besar. Setelah itu barulah kamu mengetahui dari mana kamu datang dan sebab kamu tertimpa hal tersebut. Kamu berkata, “bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat apa-apa”. Maka pujilah Alloh yang telah menumbuhkan tanamanmu, kemudian mempertahankan keberadaannya sampai bisa dipanen dan tidak menurunkan bencana bagi tanamanmu yang bisa menggagalkanmu dari memanfaatkan hasilnya. Lihat kitab Taisirul Karimir Rahman hal. 835

Dari dua penjelasan di atas banyak pelajaran yang dapat diambil, diantaranya bahwa Alloh subhanahu wa ta’ala yang berkuasa atas segala sesuatu terutama dalam ayat ini adalah berkuasa pada tanaman kita. Perhatikanlah walaupun kita yang mengolah tanah baik mencangkul, membajak sawah kemudian menabur benih tetapi sesungguhnya Alloh subhanahu wa ta’ala yang menumbuhkannya, kita cuma sekedar bisa berusaha tapi Alloh subhanahu wa ta’ala lah yang menentukan. Seandainya Alloh subhanahu wa ta’ala tidak menghendaki benih itu tumbuh maka tidaklah benih itu akan tumbuh, alangkah lemahnya manusia dan alangkah Maha Kuasanya Alloh subhanahu wa ta’ala. Begitupun apabila benih itu telah tumbuh maka Alloh subhanahu wa ta’ala lah yang menyuburkannya dengan menumbuhkan dan mengembangkannya sehingga bisa dipanen sebagai rahmat-Nya bagi kita. Walaupun kita yang memupuk dan merawatnya, tapi yang sebenarnya menyuburkan dengan menumbuhkan dan mengembangkan tanaman kita adalah Alloh subhanahu wa ta’ala. Maka janganlah kita merasa bahwa hasil panen yang ada pada kita itu semata-mata hasil usaha kita sehingga kita menjadi sombong dan bakhil terhadap sesama. Sesungguhnya hasil panen kita adalah karunia dari Alloh subhanahu wa ta’ala, kalau sekiranya Dia berkehendak, bisa saja Alloh subhanahu wa ta’ala merusak dan menggagalkan tanaman kita, sebelum kita bisa memanennya. Banyak pertanian yang mengalami kegagalan adalah sebagai bukti padahal telah dilakukan cara budidaya yang cukup intensif. Terkadang kita jumpai orang yang tidak mau bersedekah dan berzakat dengan alasan harta ini adalah hasil usahaku, cobalah baca dan renungi ayat di atas maka akan diketahui bahwa itu semua adalah karunia dan kehendak Alloh subhanahu wa ta’ala. Adalagi yang menyombongkan harta yang ada pada dirinya kemudian dia membanggakan diri atas kesuksesannya cobalah baca dan fahami ayat di atas maka akan diketahui bahwa itu semua adalah karunia dan kekuasaan Alloh subhanahu wa ta’ala seandainya Dia berkehendak merusak tanaman kita maka maka sesungguhnya kita akan mengalami kegagalan, jadi mengapakah kita sombong atas kesuksesan kita?

Dari ayat di atas dapat diambil pelajaran bahwa dalam melakukan usaha pertanian seseorang akan lebih memahami hakekat yang sebenarnya dari tawakal kepada Alloh subhanahu wa ta’ala dan akan semakin meningkatkan keimanannya terhadap kekuasaan-Nya. Perhatikanlah! Seorang petani, walaupun dia bekerja keras dan menggunakan seluruh kemampuannya untuk memperoleh hasil yang baik dalam usaha pertaniannya namun yang menentukan hasilnya adalah Alloh subhanahu wa ta’ala. Manusia berdoa dan berusaha dengan sebaik-baiknya tetapi jika semua itu telah dilakukan tidak juga menghasilkan hasil yang diharapkan maka hendaklah petani menerima dengan pasrah dan sabar kepada ketentuan Alloh subhanahu wa ta’ala. Hal itu hendaklah diterima sebagai qadha dan qadar Alloh subhanahu wa ta’ala.

Muroji’:

Tafsirul Qur’anil Azhim. 1425 H. Abu Fida’ Ismail bin Katsir Al-Quraisyi Ad-Damsyiqi. Maktabah Ash-Shafa: Kairo, Mesir.

Taisir Karimir Rohman Fi Tafsir Kalamil Manan. 200M / 1420 H. Abdur Rohman as-Sa’dy. Maktabah an-Nubala’

Sumber: blog abuabdilbarr

Juni 24, 2009 Posted by | MOTIVASI | | Tinggalkan sebuah Komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

April 30, 2009 Posted by | MOTIVASI | 2 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.